0 Blogger Comment Facebook Comments

Naskah Drama Pemakai dan Calon Pengantin di Sekolah

Naskah Drama Pemakai dan Calon Pengantin di Sekolah - Naskah drama ini menceritakan kalau jadi anak janganlah menjadi seorang pemakai narkoba dan calon pengantin di usia muda. Baiklah langsung saja berikut naskah dramanya.

Naskah Drama Pemakai dan Calon Pengantin di Sekolah
Pemakai dan Calon Pengantin di Sekolah
Setting
Suasana taman sekolah menggambarkan anak-anak siswa sma sedang asik bercengkrama saat jam istirahat sekolah. Ada tiga orang siswa putra dan empat siswi perempuan. Mereka asik dengan obrolan nya masing-masing. Percakapan pun dimulai.

Para Pemain :
Dini
Dina
Melati
Sari
Budi
Bili
Aldo
Narator


Dini      : Hai teman-teman aku punya cerita di malam minggu kemaren. Tolong dong kepoin aqyuu.

Dina     : alah din...paling ceritamu tentang si boy. Kamu mau pamer hadiah lagi kan. Sepatuuu udah... baju udahhh pasti yang belum??

Sari      : Perhiasannn kan dini yang belum ( tertawa bersama)

Melati : husss..dini jangan terlalu berharap sama laki-laki. Mereka kan belum punya masa depan. Sambil menunjuk ke arah para cowok ( tertawa dan ngobrol asik bersama)
( para cowok yang mendengar itu pun asik bercengkrama bersama)

Aldo     : Budi dan Bili kalian itu jadi laki-laki harus berani jangan cemen gitu. Tuh (melirik cewek-cewek) mereka adik tingkat kita. Ada kan yang cantik menurut kalian.

Bili       : Benar aldo, yang kusuka diantara mereka itu. Si melati hijab nya gak nahan. ( menghayal ) kalau dia jadi jodohku pasti gini. Bang bili sarapan nya bang (bergaya cewek) lalu bilang lagi ( nanti pulang kerja langsung pulang bang..aku kangen banget tiap hari sama bang bili (bergaya sombong) iya mel abang cepat pulang..assalam mualaikum. ( tersenyum bersama)

Budi     : kalau menurutku kita jangan dulu mencari pacar apalagi jodoh. Sebaiknya kita belajar aja. Atau kita perkuat tim sepakbola sekolah kita. Dengar dengar kapten kesebelasan kita diberhentikan dari klub.

Aldo     : memang kenapa ? pasti gara-gara na*koba kan. Iya kan. ( memanggil para cewek ) dek apa iya, rio kapten tim bola kita berhenti sekolah. Hei kamu sari kan (mendekat ke Para cewek)

Sari      : iya kak ada apa ya?

Aldo     : rupanya rio sekarang diberhentikan sebagai kapten, bukan kah kamu suka terhadap rio itu.

Sari      : (Tersenyum ) iya memang aku suka sama nya. Tapi ingat ya. Aku suka sama lelaki yang punya Prestasi. Bukannya pretasi (menjulurkan lidah) apalagi sebagai pengguna na*koba. (Para cewek bertepuk tangan)

Melati : (mendekat) iya kak apalagi. Kalau lelaki nya suka ninggalin sholat. Sholat atau ibadah aja ditinggalin bagaimana dengan aku. (aldo dan teman nya menunduk malu.

Dini      : Oke...teman teman yang pasti itu. Kalian dengar nggak. Hari ini kita ada penyuluhan mengenai sistem reprodu*si. Jadi buat. Kakak-kakak dan abang-abang... bye (mengajak pergi para cewek)

Budi : nah kan.. makanya aldo jangan sembarangan sama mereka tahu kan dengan dini itu juara umum di sekolah. Sari juara debat kecamatan. Kalau dina pandai story telling. Dan melati favoritenya si bili. Juara tilawah di sekolah kita.

Ya jadi lelaki kita harus lebih hebat dari mereka dong  ?

Bili       : Betul lah itu katamu budi. (aldo menunduk dan pergi)

Aldo     : Terserah... aku ada urusan sekarang. Sampai jumpa besok. (pergi)

Budi     : bili..bukannya rio itu. Teman dekat kelas 11 dulu sama aldo? Jangan jangan dia terlibat lagi dengan kasus itu.

Bili       : sudahlah budi...jangan dibahas lagi. Ayo kita kembali ke kelas. Kita di sekolah buat belajar. Bukan nya malah bergosip ria.

Ke esokan hari.

Para cewek asik berkumpul

Sari      : waw... amazing sekali. Awesome banget pemaparan ibu dokter dari puskesmas harapan pelajar. Mulai saat ini. Aku anti sama yang nama nya pacaran. Kenapa? Ya tentu aku nggak mau terkena sama penyakit menular. Apalagi sampai hilang my virg*nity.

Melati  : yang pasti walau hanya membahas kesehatan. Aku akan mencari jodoh ku lewat petunjuk Allah. Biarlah dia yang menunjukkan jalan.

Dina     : kalau aku ya biasa aja sih. Syukur ayahku ketat dalam pengawasan kan. Semua medsos aku dipantau. Jangan-jangan yang suka balas chat itu adalah ayahku atau ibuku. Keren kan ( tertawa bersama )

(Dini tampak murung dan gelisah)

Dina     : (mendekati dini) kamu kenapa din diam aja. (Dini malah menangis)

Melati  : sudah (memeluk dini), jangan menangis ya. Kan ada kami teman-teman mu. Juara umum kok cengeng.
Dini      : aku telat...halangan. ( semua berkata “apa” barengan).

(semua tokoh statis diam dengan posisinya, lalu masuk tokoh seorang guru )

NARATOR
Salam superrr...saudaraku-saudariku pelajar...(nama sma anda). Perhatikan kisah yang barusan tadi. Adalah pelajaran untuk kita semua masyarakat dalam dunia pendidikan. Apapun bisa terjadi. Menimpa siapa saja. Tak memandang siapa mereka.

Narkoba, Seks Bebas menjadi hal yang harus kita perhatikan. Sebagai pelajar, orang yang paling tahu kita dan dekat adalah sahabat. Untuk itulah kita harus saling mengingatkan satu sama lain. Segera nasehati teman-teman kalian yang sudah kenal dengan prilaku yang bersebrangan dengan budaya kita.

Kita adalah pelajar bertugas untuk belajar.!! ( narator berlalu keluar).

(dini , dina dan sari keluar panggung dini tampak bersedih)

Melati  (memberi narasi penutup) : Buat saudara-saudariku...itulah kisah..jangan jadi Pengguna NarKoba atau mau jadi pengantin muda. Apalagi karena terpaksa oleh perbuatan dosa. (lantang) Mari kita semangat untuk belajar dan meraih cita-cita.

Muncul para pemain / Sekian dari kami. Terima kasih. Memberi penghormatan.

Selesai
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Apa itu Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif?

Kalimat Aktif dan Pasif
Kalimat Aktif dan Pasif
A. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah sebuah kalimat yang subjek (S) berperan sebagai pelaku yang secara aktif melakukan suatu tindakan yang dikemukakan dalam predikat (P) kepada objek (O)
contoh:
Ani menyirami bunga.
Ayah membeilkanku sebuah sepeda.
John merusak bukunya Andi.

Ciri-ciri kalimat aktif:

1. Pada kalimat aktif subjek melakukan suatu tindakan yang langsung mengenai objeknya.
2. Predikat kalimat aktif selalu diawali dengan imbuhan Me- atau Ber-
3. Ada kalimat aktif yang memerlukan objek
4. Ada kalimat aktif yang tidak memerlukan objek. Setelah mendapat predikat subjek ditambah pelengkap atau keterangan.
5. Kalimat Aktif memiliki pola S-P-O-K atau S-P-K

Jenis-jenis kalimat aktif:

1. Kalimat aktif Intransitif
Kalimat aktif intransitive adalah kalimat aktif yang memerlukan sebuah objek yang mendapatkan tindakan dari subjeknya.
contoh:
Ayahku memberi Andi uang saku sebesar Rp. 10.000,-
Ayahku= Subjek
Memberiku= Predikat
Objek= Andi
pada kalimat diatas, “Ayah” yang merupakan subjek melakukan tindakan kepada “Andi” yang merupakan objek.

2. Kalimat aktif ekatransitif
Kalimat ini memerlukan objek namun tidak memiliki pelengkap. Dengan kata lain, Kalimat ini hanya memiliki 3 unsur yaitu Subjek, Predikat dan Objek.
Contoh:
Andi membaca sebuah majalah
Ayah memperbaiki motor
Ibu menanak nasi.

3. Kalimat aktif Intransitif
Kalimat ini objeknya tidak dimunculkan sebagai penerima perbuatan subjek. Namun biasanya kalimat ini diikuti oleh pelengkap dan keterngan.  Kalimat ini biasanya memiliki Pola S-P atau S-P-K

Contohnya:
Iwan sedang menulis di dalam kamar.
Nenek sedang menjahit dengan sangat hati-hati.
Ani belajar dengan giat.

4. Kalimat aktif dwitransitif
Kalimat ini memiliki satu predikat  dan mengharuskan kehadiran objek dan pelengkap. kalimat aktif dwitransitif mempunyai empat unsur Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Pelengkap (Pel). Jika salah satu dari ke empat unsur ini tidak terenuhi, maka kalimat menjadi rancu atau kehilangan makna.
Contoh:
Ayah mengirimi uang kepada neneak setiap bulan.
Budi selalau mengunjungi ibunya yang ada di luar negeri.
Kakakku menguras bak air seminggu sekali.

Merubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif
1. Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.
Andi Menabrak Budi di depan ruang kelas.(Aktif)
Budi ditabrak oleh Andi di depan ruang kelas. (Pasif)

2. Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-
Ani mengabaikan kebun bunga yang cantik itu.(Aktif)
Kebun bunga yang cantik itu terabaikan oleh Ani. (Pasif)


B. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya mendapat/dikenai suatu tindakan yang berupa predikat oleh objek.
Contoh:
Tanaman disirami oleh ibu.
Kakak dibelikan sebuah jam tangan oleh ayah
Bajuku dicuci oleh ibu.

Ciri-ciri kalimat pasif:
1. Subjek pada kalimat aktif menjadi objek pada kalimat pasif.
2. Predikat menggunakan awalan di-, ke-an  atau ter-
Contoh:
Ruangan kelas disapu oleh kami. (aktif)
Rumahku kemasukan Maling tadi malam. (pasif)
Kata kerja yang memiliki awalan ter- mengandung unsur ketidaksengajaan.

3. Pada umumnya kata kerja didahului dengan kata ganti orang ku- dan kau-.
Contoh:
Buku itu telah kurapikan.

4. Kata “oleh” dalam kalimat pasif dapat dihilangkan dan tidak merubah makna.
contoh:
Andi ditegur oleh Ibu guru karena ribut.   (aktif)
Andi ditegur Ibu guru karena ribut.     (pasif)

Merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif:
1. Subjek pada kalimat pasif diubah menjadi objek pada kalimat pasif.
contoh:
Kejuaraan itu dimenangkan oleh mereka.   (aktif)
Mereka memenangkan kejuaraan itu.    (pasif)

2. Awalan prediket di-/ter-/ke-an diubah menjadi ber-  atau me-
contoh:
Bunga itu ditanam oleh ibuku.    (aktif)
Ibu menanam bunga itu.(pasif)

3. Kata ganti ku- dirubah menjadi Aku.
contoh:
Buah itu sudah kumakan.(aktif)
aku sudah memakan buah itu. (pasif)
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Puisi Hilang Jiwa Seorang Ibu Karya Mulianajillaniatus


HILANG JIWA SEORANG IBU

oleh: Mulianajillaniatus Sofi'ah

Ingin ku kabarkan......
Kepada seluruh jiwa muda
Namun dengan pahitnya pengkhianatan
Jiwa ini terlalu murka

Anakku...
Takkan ada kata maaf untukmu
Ternyata perjuanganku merawat dan membesarkan
Tak semanis apa yang ada dipikiran ku
Kaulah si anak itu.....

Penganiayaan yang telah kau lakukan
Pembunuhan jiwa dan raga yang tak bersalah
Bak sebuah belati yang menikam
Sungguh ragamu itu durhaka......

Kau memilih tuk melenyapkan jiwa
Jiwa yang melahirkan dirimu
Matamu melihat tubuh ini tergeletak tak berdaya
Hingga kau membungkam rapat mulutmu

Aku Ibumu..yang menasehati dalam suka duka hidup
Kejam sadis kau mencekoki dengan air dingin
Sekarang tak kan ada lagi kau berharap
Bumipun tak sudi walau kau berlinang penyesalan

Anakku...
Tak kala kau berbuat semena kepadaku
Kering hati ku saat kau di sini
Hendaklah kau ingat segudang dosamu padaku
Tapi biarlah itu menjadi rintangan kau hadapi

Apakah kau merasa bersalah?
Takkan ada terkira
Takkan ada derita dan
Takkan pernah lagi ada cerita

Biarlah aku beristirahat
Biarkan aku keluar dari mimpi buruk ku
Mimpi yang berkabut kekecewaan
Yang akan menghias tidur ku
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Puisi Hati yang Tersayat Harapan by Dewi S dan Reyna S

Hati yang Tersayat Harapan
Hati (from:google.com)

Hati yang Tersayat Harapan

Engkau
Sosok paras yang pernah singgah
Singgah namun hanya tuk sesaat
Sekejap bak kedipan mata
Yang telah memberi harapan nyata
Belum sempat ku nikmati hangatnya genggaman lembut
Kau telah memberi sakitnya luka
Hancur sudah asa yang ku bangun

Sebelum Ku jadikan Hasil yang nyata

Bahkan pelangi di langit pun belum sempat ku lukis bersamamu
Kau sudah pergi...Pergi tuk selamanya..
Meninggalkan sejuta angan bersama luka

Meninggalkan kenangan manis yang tak kan Ku lupa

Sehingga merkahlah rasa rindu dikalbu

Yang menemani hari-hari ku
Tanpamu di
Aku merindu, rindu ini amat menggebu
Tiada obat rindu selain Dirimu...aku rindu ingin bertemu..

Ku ingin luapkan semua dipundakmu
Tapi semua itu hanya cerita lalu
Karna kau telah pergi dariku
Karena kau sudah tak lagi di hatiku
Namun rasa masih melekat kuat di hati
Karena kau telah buat hati ini sakit untuk ke sekian kalinya
Namun ku rindu kau yang dulu
Yang mencintaiku tanpa ragu
Karena ku tak bisa lupakan ingatanku tentangmu
Ku harap kau mengerti arti perjuangaku selama ini
Rindu kau yang selalu ada di sisiku
Yang memberiku sejuta kenangan indah
Dan sekarang yang tersisa penyesalan yang tak berujung
Ku harap kau pahami arti perpisahan ini
Yang hanya kau anggap pertikaian kecil
.
By : Dewi s dan Reinasalsabila (22 Maret 2018)
Read more →
0 Blogger Comment Facebook Comments

Puisi Bidadari Tanpa Sayap By Dewi S

Bidadari Tanpa Sayap By Dewi S
Bidadari Tanpa Sayap (from:google.com)

Bidadari Tanpa Sayap

Wahai kalian
Bidadari tanpa sayap
Kuatkanlah diriku
Topanglah jiwa raga ini
Dengan sebongkah Kasih sayang
Jadilah tonggak
Untuk diriku berdiri tegak
Jadilah kalian kekuatan terbesarku
Tuk bangkit dari zona terpuruk ini
Raihlah kedua tanganku
Dan peluk erat tubuhku
Hingga tak ada rasa ragu
Pada kaki ini tuk melangkah
Bawalah ragaku tuk menikmati
Sinar redup Mentari pagi
Dan teriaklah bersamaku "kita pasti bisa"
Walau sebesar apapun rintangan
Seberapapun tantangan
Secuil apapun masalah yang datang
Kita tetap bersama
Tebarkan canda tawa kalian
Tebarkan kekonyolan kalian
Karna sebenarnya itulah kekuatanku
Tuk laluli hari hari suramku
Yang hanya diisi kekosongan
Yang diselimuti sepi
Bongkarlah rasa sepi dihati
Dan taburi benih Cinta dalam kalbu
Hingga tumbuh sejuta rasa
Yang akan mengalahkan segalanya
Kalian adalah pelangi dalam jiwa
Dan jadilah kalian Benteng perisai
Sebagai pelindung
Dari apapun dan siapapun
Yang ingin melukaiku
Bahkan dwbu yang ingin menyentuh tubuhku
Ataukah angin yang ingin menggores hatiku
Ataupun air sekalipun yang ingin menyapu logika
Hingga tersisa rasa aman dalam jiwa
Kalian adalah detik nyawaku
Kalian adalah darah yang mengalir dalam denyut nadiku
Cinta dan Kasih sayang kalian
Telah terukir jelas dalam lubuk hati
Karena kalian makhluk terindah
Ciptaan Tuhan yang dikirim untukku..

By : Dewi s (21 Maret 2018)
Read more →
Copyright © 2013. Wadahe Bahasa Indonesia - All Rights Reserved | Created by Kompi Ajaib Published by Ngonline06