Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum

Advertisement
Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
Assalamu alaikum, apa kabar kalian semua? tidak bosan kan membaca artikel-artikel di blog saya ini? kalau tidak bosan kali ini saya akan memberikan kalian sebuah artikel mengenai prinsip pengembangan kurikulum pembelajaran. Sebuah kurikulum tentunya tidak langsung jadi begitu saja tetapi harus mempertimbangkan beberapa prinsip dalam proses pengembangannya. Pembahasan kali ini mengambil topik tentang macam-macam prinsip pengembangan kurikulum yang saya kutip dari buku Nana Syaodih.

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (1997) telah mengelompokkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum ke dalam dua bagian yaitu prinsip-prinsip umum dan prinsip-pinsip khusus.

1. Prinsip-Prinsip Umum yang terdiri dari lima prinsip :

a. Prinsip Relevansi
Relevansi keluar kurikulum yaitu tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum itu sendiri. Maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, yang menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. Isi kurikulum mempersiapkan siswa sekarang dan siswa yang akan datang untuk tugas yang ada dalam perkembangan masyarakat.

Relevansi didalam kurikulum yaitu: adanya kesesuaian atau konsistensi antara kompenen-kompenen kurikulum yaitu antara tujuan, isi proses penyampaian dan penilaian. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum.

b. Prinsip Fleksibilitas
Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang, di sini dan ditempat lain, bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya mungkin terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan, dan latar belakang anak.

c. Prinsip Kontinuitas (kesinambungan)
Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Oleh karena itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas, dengan kelas lainnya, antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya, juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama, perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembangan kurikulum sekolah dasar dengan SMTP, SMTA, dan Perguruan Tinggi.

d. Prinsip Praktis
Kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah. dan efisien.. Walaupun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan-peralatan yang sangat khusus dan mahal biayanya maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan , baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun personalia. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis

e. Prinsip Efektivitas
Walaupun kurikulum tersebut harus murah dan sederhana tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan. Perencanaan dibidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dibidang pendidikan. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan.
Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu:
a. Tujuan-tujuan pendidikan.
b. Isi Pendidikan
c. Pengalaman belajar
d. Penilaian
Keempat aspek diatas serta kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum.

2. Prinsip-Prinsip Khusus

Prinsip-prinsip khusus ini berkenaan dengan penyusunan tujuan, isi, pengalaman belajar dan penilaian. Prinsip khusus ini terdiri dari lima hal yakni:

a. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
Tujuan merupakan pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Perumusan kompenen-kompenen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada:
  • Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah, yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan, dan strategi pembangunan termasuk didalamnya pendidikan
  • Survai mengenai persepsi orang tua/ masyarakat tentang kebutuhan mereka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka
  • Survei tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, dihimpun melalui angket, wawancara, observasi, dan dari berbagai media massa
  • Survai tentang manpower
  • Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama
  • Penelitian
b. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan keutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal yaitu:
  • Perlu penjabaran tujuan pendidikan/ pengajaran kedalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar
  • Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan
  • Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. Pengetahuan, sikap dan ketrampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar
c. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Apakah metode/ teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran?
  • Apakah metode/ teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa
  • Apakah metode/ teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat?
  • Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan yuntuk mencapai tujuan, kognitif, afektif dan psikomotor?
  • Apakah metode/ teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya.
  • Apakah metode/ teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru.?
  • Apakah metode/ teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar disekolah dan di rumah juga mendorong penggunaan sumber yang ada dirumah dan di masyarakat?
Untuk belajar ketrampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan ”learning by doing” di samping ” learning by seeing and knowing.

d. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
Proses belajar mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat.
  • Alat / media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya?
  • Kalau ada alat yang harus dibuat, hendaknya memperhatikan bagaimana pembuatannya, siapa yang membuat, pembiayaannya dan waktu pembuatannya?
  • Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran, apakah dalam bentuk modul, paket belajar, dan lain-lain?
  • Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar?
  • Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media.
e. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran:
Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkah-langkah :
  • Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum, dalam ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Uraikan kedalam bentuk tingkah laku murid yang dapat diamati. Hubungkan dengan bahan pelajaran. Tuliskan butir-butir test.
  • Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan : bagaimana kelas, usia, dan tingkat kemampuan kelompok yang akan dites?. Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test?. Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif?. Berapa banyak butir test perlu disusun?. Apakah test tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid?
  • Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test?
  • Apakah digunakan formula quessing?
  • Bagaimana pengubahan skor mentah ke dalam skor masak?
  • Skor standar apa yang digunakan?
  • Untuk apakah hasil-hasil test digunakan?
Begitulah macam-macam prinsip pengembangan kurikulum yang saya kutip dari sebuah buku dari Nana Syaodih. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan silakan digunakan untuk memenuhi tugas kalian apabila mendapatkan tugas seperti itu. hehe 

sekian Wassalamu alaikum.
Share this article :
+
Apakah Anda menyukai postingan ini? Silahkan share dengan klik di sini
author-photo Kang Didin

Saya hanyalah orang biasa yang menyukai blogging dan mencoba berbagi pengalaman dengan yang lain tentang blogging dan SEO. Semoga bisa bermanfaat.

Follow me on: Facebook | Twitter | Google+
×
Previous
Next Post »
0 Blogger Comment
Facebook Comments
Terima kasih sudah berkomentar
Copyright © 2013. Wadahe Bahasa Indonesia - All Rights Reserved | Created by Kompi Ajaib Published by Ngonline06