Hakikat Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Baca Juga

Pengertian Kalimat Efektif - Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif mampu  menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis.

pengertian kalimat efektifKalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pikiran perasaan penulisnya dengan jelas kepada pembaca. Kalimat efektif harus sesuai dengan kaidah bahasa (memiliki unsur subjek dan predikat), singkat (tidak berbelit-belit), enak dibaca, dan sopan. Jadi, pengertian efektif dalam kalimat ialah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Hal yang harus diungkapkan dalam kalimat efektif, yaitu kalimat yang menimbulkan daya khayal pada pembaca, minimal mendekati apa yang dipikirkan penulis.

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki beberapa syarat sebagai berikut:

  • Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya.
  • Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis. 
  • Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat.  


Syarat-syarat Kalimat Efektif

  • Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat. prinsip -prinsip kalimat efektif tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

a. Kesepadanan Struktur
Kespadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu:
Memiliki Subjek dan Predikat yang Jelas. Contoh :

  • Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour.       (Tidak efektif)
  • Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour.              (Efekti)

Untuk menghindari ketidak jelasan subjek, hindarilah pemakaian kata depan (Preposisi) di depan Subjek.

Tidak Memiliki Subjek yang Ganda di dalam Kalimat Tunggal. Contoh :

  • Pembangunan Jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa.             (Tidak Efektif)
  • Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa.       (Efektif)

b. Kepararelan Bentuk
Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

Contoh:

  • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian definisi kaliamt efektif.  (Tidak efektif)
  • Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan definisi kalimat efektif. (Efektif)

c. Kehematan Kata
Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan :
Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

Contoh:

  • Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren.        (Tidak efektif)
  • Saya tidak suka buah apel dan duren.                                    (Efektif)

Menghindari kesinoniman dalam kalimat
Contoh:

  • Saya hanya memiliki 3 buah buku saja.          (Tidak efektif)
  • Saya hanya memiliki 3 buah buku.                   (Efektif)

Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

  • Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.    (Tidak efektif)
  • Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat.                          (Efektif)

d. Kecermatan
Kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan makna ganda.

Contoh:

  • Guru baru pergi ke ruang guru.            (Tidak efektif)
  • Guru yang baru pergi ke ruang guru.   (Efektif)

e. Ketagasan
Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokonya sehingga ide pokonya menonjol di dalam kalimat tersebut.  Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

Meletakan kata kunci di awal kalimat
Contoh:

  • Sudah saya baca buku itu.      (Tidak efektif)
  • Buku itu sudah saya baca.      (Efektif)

Mengurutkan kata secara bertahap.
Contoh:

  • Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden.   (Tidak efektif)
  • Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur.     (Efektif)

f. Kepaduan
Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

Contoh:

  • Budi membicaran tentang pengalaman liburannya.   (Tidak efektif)
  • Budi membicarak pengalaman liburannya.               (Efekti)

g. Kelogisan
Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD.
Contoh:

  • Waktu dan tempat kami persilahkan!     (Tidak efektif)
  • Bapak kepala sekolah kami persilahkan! (Efekti)

Demikianlah prinsip-prinsip dalam kalimat efektif yang harus ada atau dipenuhi dalam pembuatan kalimat efektif agar tujuan komunikatif kalimat tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada pendengar atau pembacanya.

Contoh-contoh kalimat efektif:

  • Karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah.
  • Dia memakai baju merah.
  • Sesudah dipahami dan dihayati pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tugas itu bagi saya sangat mudah.
  • Semua mahasiswa diwajibkan membayar uang kuliah sebelum tanggal 26 Februari 2015.
  • Saya sedang membuat nasi goreng.
  • Selanjutnya, saya akan menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan

Ciri-ciri Kalimat Efektif 

Efektif atau tidaknya suatu kalimat dapat dilihat dari beberapa ciri sebagai berikut:

a.   Memiliki bentuk yang pararel.
Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Dengan kata lain, jika bentuk kata pertama adalah nomina, maka bentuk kedua, ketiga dan keempat, dan seterusnya juga menggunakan nomina:

  • Tugas seorang murid adalah belajar, berkarya dan berprestasi. (efektif)
  • Tugas seorang murid adalah mempelajari, berkarya, dan prestasi. (tidak efektif)

Pada contoh di atas, kalimat no 1 merupakan kalimat efektif karena memiliki kesamaan atau kepararelan bentuk, sedangkan kalimat no 2 bukan kalimat efektif karena tidak memiliki kesaman bentuk, bentuk-bentuk pararel yang dimaksud pada kalimat no 1 adalah kata-kata yang digunakan berupa kata verba, sementara itu pada kalimat no 2 menggunkan verba, dan nominal.

b. Memiliki struktur yang sepadan.
Kesepadanan dalam kalimat efektif bisa dilihat dari keseimbangan atau kesamaan antar struktur bahasa yang digunakan dan gagasan yang ingin disampaikan. Contoh:

  • Andi adalah anak yang suka menolong dan Budi adalah anak yang nakal. (tidak efektif)
  • Andi adalah anak yang suka menolong sedangkan Budi adalah anak yang nakal. (efektif)
  • Selanjutnya Budi akan jelaskan betapa pentingnya pohon bagi kita. (tidak efektif)
  • Selanjutnya akan Budi jelaskan betapa pentingnya pohon bagi kita. (efektif)

Pada contoh di atas kalimat no 1 dan 3 adalah kalimat yang tidak efektif. Kalimat no 1 memiliki struktur yang tidak sepadan, maksud dari kalimat tersebut sesungguhnya ingin membandingkan antara Andi dan Budi tetapi konjungsi yang digunakan salah. Sedangkan pada kalimat no 3 ada kesalahan dalam penempatan unsur kalimat.

c. Kalimat efektif memiliki kehematan kata
Yang dimaksud kehematan kata adalah kalimat efektif tidak menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.Contoh:

  • Akibat dia tidak mengerjakan Pr, dia dimarahi oleh guru. (tidak efektif).
  • Akibat tidak mengerjakan Pr, dia dimarahi oleh guru. (efektif)

Kalimat pertama tidak efektif karena memiliki dua subjek yang tidak perlu digunakan lagi karena telah dijelaskan pada klausa setelahnya.

  • Dia mengenakan baju warna biru. (tidak efektif).
  • Dia mengenakan baju biru. (efektif).

Kalimat pertama tidak efektif karena memakai super ordinat pada kata yang berhiponim. Seharusnya tidak perlu menggunakan kata “warna” sebelum kata “biru” karena pendengar sudah mengerti maksud kata “biru” adalah warna.

  • Para siswa-siswi sedang mengikuti upacara bendera di Lapangan Merdeka. (tidak efektif).
  • Siswa-siswi sedang mengikuti upacara bendera di Lapangan Merdeka. (efektif).

Kalimat pertama tidak efektif karena menjamakan kata yang telah jamak yaitu siswa-siswi. Oleh karena itu, tidak perlu lagi menggunakan kata “para”.

d. Kalimat efektif memiliki kecermatan penalaran.
Kecermatan penalaran pada kalimat efektif maksudnya adalah kalimat tersebut tidak menimbulkan ambiguitas atau memiliki makna yang ganda. Ambiguitas sendiri timbul akibat dari ketidaktepatan dalam hal pemilihan kata, ketidakjelasan unsur kalimat, dan lain-lain. Contoh :

  • Yang ada di dalam ruangan ini harus keluar. (tidak efektif).
  • Semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan ini harus keluar. (efektif)

e. Kalimat efektif memiliki gagasan yang padu
Kalimat efektif ditandai dengan unsur-unsur kalimat yang tersusun dengan baik sehingga memiliki gagasan yang padu. ketidakpaduan gagasan pada kalimat sendiri terjadi akibat dari seringnya penggunaan unsur kalimat berupa keterangan yang disisipkan antara subjek dan prediket. Contoh:

  • Ayah setelah pulang dari kantor langsung menuju meja makan. (tidak efektif).
  • Ayah langsung menuju meja makan setelah pulang dari kantor. (efektif)

Kalimat pertama bukanlah kalimat yang efektif karena unsur kata berupa keterangan seperti, akan, harus, setelah, masih, sedang, tetapi, dan lain-lain harus diletkan pada awal kalimat atau akhir kalimat.

Kalimat efektif memiliki bahasa yang logis.
Bahasa yang logis adalah bahasa yang dapat diterima secara akal sehat oleh pendengar atau pembacanya. Contoh:

  • Waktu dan tempat kami persilahkan. (tidak efektif).
  • Kepada Bapak Kepala Sekolah kami persilahkan. (efektif).

f. Kalimat efektif memiliki ketepatan pemilihan kata
Pemilihan kata yang salah dapat menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif. Biasanya kesalahan pemilikan kata terjadi pada kata-kata yang bersinonim.Contoh:

  • Joni menonton pertunjukan konser. (efektif) 
  • Joni melihat pertunjukan konser. (tidak efektif).

Kesalahan Penggunaan Bahasa dalam Keseharian.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui beberapa contoh penggunaan tata bahasa Indonesia yang salah. Penggunaan tanda baca, kosa kata, dan sebagainya pada spanduk, voucher, baliho dan sebagaianya sering terdapat kesalahan. Mskipun hal tersebut dianggap sepele, namun tentu itu melenceng dari kaedah asli bahasa Indonesia. Disini penulis akan mencoba memaparkan beberapa contoh penggunaan bahasa yang salah dan bagaimana penggunaan bahasa yang seharusnya. Beberapa contoh penggunaan tata bahasa yang salah :

  • Penulisan harga sering mengalami kesalahan, banyak yang menuliskan Rp. 5.000,- padahal seharusnya Rp5.000,00.
  • Penulisan nama dengan gelar yang dimiliki juga sering salah.
  • Penggunaan tanda (sampai dengan) sering disingkat menjadi s/d namun seharusnya adalah s.d. dan lain sebagainya. 

Sumber Pustaka

http://www.kelasindonesia.com/2015/02/pengertian-kalimat-efektif-adalah-beserta-contoh-lengkap.html diakses pada  hari minggu , 28 Mei 2017, 20.30
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/ciri-ciri-kalimat-efektif-super-lengkap.html diakses pada hari minggu , 28 Mei 2017, 20.30
http://www.rumpunnektar.com/2014/02/ciri-ciri-kalimat-efektif-dan.html diakses pada hari minggu , 28 Mei 2017, 20.30
https://gustiayumade.wordpress.com/2010/10/14/syarat-kalimat-efektif/ diakses pada hari minggu , 28 Mei 2017, 20.30
https://kupucintaindonesia.wordpress.com/2011/03/02/kesalahan-penggunaan-bahasa-indonesia-dalam-kehidupan-sehari-hari/ diakses pada hari minggu , 28 Mei 2017, 20.30

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Hakikat Kalimat Efektif Beserta Contohnya"

Post a Comment