Kumpulan Puisi Tentang Kejahatan Korupsi

Advertisement
Kumpulan puisi tentang kejahatan korupsiKorupsi adalah suatu tindakan kriminal yang memakan uang berupa uang sogokan, uang selundupan dan lain sebagainya. Korupsi tidak hanya berkaitan dengan uang saja, namun korupsi dapat berupa barang, jasa maupun waktu. Jika kalian melakukan tindakan korupsi maka segeralah bertaubat dan meminta maaf kepada korban kalian.

Kali ini saya akan membagikan Kumpulan Puisi Tentang Kejahatan Korupsi. Puisi ini merupakan hasil karya murid saya di sekolah SMA N 1 Lasem. Yuk kita simak dan baca bersama beberapa Puisi Tentang Korupsi berikut ini.


#1 Puisi Tikus Berdasi
Tikus Berdasi 

Wahai para koruptor
Wahai para tikus-tikus berdasi
Dimana hati nuranimu
Melihat penderitaan di negeri ini
Kau makan uang masyarakat
Kau rampas hak orang-orang kecil
Untuk kepentingan pribadimu
Demi menutupi kehidupanmu yang serba mewah
Demokrasi..... kejayaan......
Itu semua yang kau janjikan
Tapi adakah bukti dari semua itu?
Ohh.... ternyata hanya omong kosongmu saja
Kami rindu negeri yang bersih
Negeri yang bebas dari kata korupsi
Negeri yang bebas dari ulah tak manusiawi
Agar bangsa ini dapat tersenyum kembali

Karya: Ahmad Arid Hindrawan (2017)


#2 Puisi Hukum Tumpul Ke Kerabat
Hukum Tumpul Ke Kerabat

Hati mana yang tak berduka
Jika sanak saudaranya
Di timpa kemalangan
Hati gelisah dan resah
Selalu menjadi hantu disetiap waktu
Ingin tangan ini meraih dan menolong
Meringankan beban saudara
Tapi, apakah kita pernah berfikir?
Seberapa besar salah saudara kita
Hingga ia menjadi tikus Negara
Tikus yang lapar
Lapar akan lembaran kertas berharga
Lembaran kertas milik rakyat
Dan dengan leher tegap
Berani memandang ke depan
Walau dosa besar kau pikul
Kau tak ingin di salahkan
Atas perbuatanmu
Kau manusia tidak berperasaan
Tak ada hati dalam ragamu
Apakah kau tidak sadar akan silabmu
Dan hukum memberimu kemudahan
Karena apa?
Karna sang gajah penguasa adalah saudaramu
Apakah ini hukum negrimu
Hukum negeri yang begitu kejam

Karya: Karina Andiantika (2017)


#3 Puisi Menatap dengan Buta Mata
Menatap dengan Buta Mata

Tetes-tetes peluh engkau keluarkan,
banyak tenaga engkau kerahkan,
dimana raga serasa ingin menyerah,
dimana jiwa merasa lelah.
Itu semua untuk menghidupi anak istri di rumah,
yang menunggu dengan harapan penuh dan berharap akan berkata,
“Kita akan makan enak hari ini...”

“Ah, itu semua berlebihan....”
Itulah kata pejabat-pejabat tak bertanggung jawab,
yang bertangan panjang memakan hasil jerih payah rakyat.
Itu semua hanya untuk urusan dunia,
dia lupa ada konsekuensi di baliknya.

Kita hidup pada zaman dimana,
uang adalah segalanya.
tahta yang kedua,
dan wanita yang ketiga.
Hanya itu yang terbesit dalam pikirannya.

Karya: Lieonardo Novendo Utomo (2017)


#4 Puisi Menipu
Menipu

Hanya demi ego
Kau tiba
Hanya karena uang
Kau datang
Sekata  selangkah
Bukan pikir buat resah
Banyak orang memikirkan
Mengapa kau lakukan
Jalan lurus menyimpang garis
Buat tipu tiada guna
Kau sirnakan hati
Hanya untuk kumpulkan sebutir nasi
Buat hidup kelak nanti
Lihat !
Akibat apa yang telah kau perbuat
Bukan tenang ang melanda
Tapi api yang membara
Kau teteskan dosa
Hingga kau buat duka

Karya: Muhammad Fakhrurrozi (2017)


#5 Puisi Pemberi Janji Pemakan Hati
Pemberi Janji Pemakan Hati

Janji mu begitu manis
Hingga kami percaya untuk memilihmu
Puluhan janaji yang kau berikan kepada kami
Ternyata hanya tipuan belaka
Kami terlalau percaya dengan mu
Hingga memberikan kepercayaan ini untuk mu
Memberikan nasib kami ditangan mu
Kami terlalau bodoh telah mempercayai mu
Kepercayaan yang telah  kami berikan
Kau sia  siakan begitu saja
Kau makan semua bagian kami
Tanpa peduli bagaimana nasib kami
Wahai para pemimpin kami
Cintailah negri ini
Jangan kau rusak negri ini dengan korupsi
Dan jangan kau hianati kepercayaan dari kami

Karya: Siti Muazizah (2017)


#5 Puisi Lintah Harta
Lintah Harta

Kau tega menghisap keringat rakyat
Kau tega sakiti hati rakyat
Kau memakan harta dan meghianati negara
Apakah engkau tak memikirkan nasib rakyatmu
Kau hanya memperhatikan ketebalan dompet
Untuk kepentingan pribadimu....
Dari pada melayani rakyatmu
Engkau hidup dalam kemewahan
Tapi rakyatmu hidup dalam kesusahan
Rakyat miskin kau tipu dengan janji manismu
Kau ucapkan dengan karangan indahmu
Masa depan semakin suram
Kemiskinan semakin mengancam
Hanya karena nafsumu ingin kekuasaan diatas segala-galanya
Kau tak layak jadi pemimpin

Karya: Yuliani Setyaning Riski (2017)


#6 Puisi Sang Koruptor
Sang Koruptor

Kau tahu Negeri sepenggal surga?
Ia ada, ada dalam nyata
Surga seakan pernah dibocorkan oleh Tuhan
Negeri itu bernama Indonesia Raya
Di sana semuanya berharga
Tak ada kesia-siaan dalam ketiadaan
Namun, para penghuninya cukup rancu
Dimana mereka berpijak, propaganda keji ada
Mereka yang berkuasa ,
Menginjak bawahan tanpa kemanusiaan
Pembantaian ketiadaan dalam hal apa saja
Serakah yang tak berujung tak ada habisnya
Dengan tegas mereka berteriak
Atas nama kesejahteraan, atas nama surga
Padahal hanya kesia-siaan untuk kehancuran
Bahkan, atas nama Tuhan mereka teriakkan
Mereka lupa ketika bicara surga
Mereka ini bagaimana? Atau aku yang bagaimana?
Binasakan sana binasakan sini tanpa ampun
Apakah nama yang pantas untuk mereka?
Yang pasti aku mengutuk mereka
Mereka yang berbicara atas nama tersebut demi keaku-annya semata

Karya: Minhatul Inayah (2017)

Nah itu tadi Kumpulan Puisi Tentang Kejahatan Korupsi semoga puisi di atas bermanfaat dan dapat dijadikan sebuah renungan untuk kita agar tidak melakukan tindakan Korupsi. Terima kasih juga telah berkunjung dan membaca artikel di blog saya.
Share this article :
+
Apakah Anda menyukai postingan ini? Silahkan share dengan klik di sini
author-photo Imanuddin Akhmad Al Islami

Saya hanyalah orang biasa yang menyukai blogging dan mencoba berbagi pengalaman dengan yang lain tentang blogging dan SEO. Semoga bisa bermanfaat.

Follow me on: Facebook | Twitter | Google+
×
Previous
Next Post »
0 Blogger Comment
Facebook Comments
Terima kasih sudah berkomentar
Copyright © 2013. Wadahe Bahasa Indonesia - All Rights Reserved | Created by Kompi Ajaib Published by Ngonline06