Puisi Kriminal: Terpenjara Karya Alif Zainun

Advertisement

Terpenjara

Semilir angin terasa sejuk dalam jiwa
menyapa dalam hebusan nafas
Hingga terdengar getaran dahsyat
Menjadikan saksi bisuku

Aku terkekang dalam  jeruji kepedihan.
Tak tau kapan ku dibebaskan.
Ribuan cara kutempuh.
Hingga tak kusadarii
Aku masih dalam lingkup jeruji

Tak kuraskan hangatnya mentari
Tak kurasakan dinginnya hujan
Aku hanya merasakan kepedihan

Bibirku kelu
Suaraku paru
Aku berteriak dalam kebisuan

Aku menahan
Aku mencoba sabar
Namun mengapa tiada penyelesaian??
Aku lelah dengan drama ini
Aku lelah. .
Sangat Lelah. .

Tolong,
Tolong biiarkan aku pergi
Jangan kau hentikan

Tidakkah kau mengerti
Aku sangat tersiksa?
Aku disini menderita.

Berilah sedikit ruang untuk
Sedikit saja
Tolong mengertilah.

Karya Alif Zainun Nisya' (15 Desember 2017)
Share this article :
+
Apakah Anda menyukai postingan ini? Silahkan share dengan klik di sini
author-photo Imanuddin Akhmad Al Islami

Saya hanyalah orang biasa yang menyukai blogging dan mencoba berbagi pengalaman dengan yang lain tentang blogging dan SEO. Semoga bisa bermanfaat.

Follow me on: Facebook | Twitter | Google+
×
Previous
Next Post »
1 Blogger Comment
Facebook Comments
December 16, 2017 at 8:00 PM ×

mendadak teringat kenangan seseorang yang telah memnjarakan hatiku

Selamat Loneka Hilano dapat PERTAMAX...! Silahkan antri di pom terdekat heheheh...
Balas
avatar
admin
Terima kasih sudah berkomentar
Copyright © 2013. Wadahe Bahasa Indonesia - All Rights Reserved | Created by Kompi Ajaib Published by Ngonline06